52 Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Honda, Yamaha, Suzuki Lengkap + Tips Memilih yang Tepat
Kalau kamu sedang mencari informasi lengkap soal daftar ukuran shock belakang motor, artikel ini wajib banget kamu baca sampai tuntas.

Shock belakang motor adalah komponen penting yang berfungsi meredam getaran saat motor melewati jalan yang tidak rata. Perannya bukan sekadar membuat motor terasa nyaman, tetapi juga memengaruhi stabilitas, handling, dan keselamatan saat berkendara. Jika ukuran shock belakang motor tidak sesuai, motor bisa terasa tidak stabil, limbung saat menikung, bahkan membuat ban cepat aus tidak merata.
Nah, ukuran shock belakang motor memang berbeda-beda tergantung jenis motor, merek, seri, dan kebutuhan pemakaian. Ada motor yang dari pabrik menggunakan shock 270 mm, ada juga yang memakai 370 mm. Bahkan, perbedaan 10–20 mm saja bisa memberikan efek yang terasa jelas pada posisi riding dan respon suspensi.
Karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui ukuran standar shock belakang motor, terutama sebelum:
- mengganti shockbreaker karena rusak
- upgrade shock aftermarket
- mengganti shock motor lain (swap shock)
- mengubah gaya riding untuk touring atau beban berat
Di artikel ini, kamu akan menemukan daftar ukuran shock belakang motor dari berbagai tipe motor Honda, Yamaha, dan Suzuki, lengkap dengan panduan teknis dan tips profesional agar kamu tidak salah pilih.
Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Honda

Moladiners yang menggunakan motor Honda pasti tahu kalau setiap tipe punya ukuran shock belakang yang berbeda. Bahkan di dalam satu kategori motor yang sama, ukuran shock belakang bisa tidak sama.
Misalnya, untuk motor bebek seperti Honda Supra X 125, panjang shock standar pabrikan adalah 330 mm. Sedangkan untuk motor sport seperti Honda CB150R, ukurannya bisa mencapai 370 mm. Ini karena motor sport umumnya membutuhkan geometri suspensi yang berbeda agar tetap stabil pada kecepatan tinggi.
Selain itu, motor matic Honda seperti Beat, Vario, Scoopy, PCX, juga punya ukuran shock yang tidak selalu sama. Ada yang lebih pendek untuk kenyamanan, ada yang sedikit lebih panjang agar posisi motor lebih seimbang.
Berikut ini adalah daftar ukuran shock belakang motor Honda berdasarkan tipenya.
Tabel Ukuran Shock Belakang Motor Honda
| Tipe Motor Honda | Panjang Shock Belakang (mm) |
|---|---|
| Honda Beat | 320 mm |
| Honda Beat karburator | 270 mm |
| Ukuran shock belakang Honda Blade | 330 mm |
| Honda CB150R | 370 mm |
| Honda CBR150R | 375 mm |
| Honda CBR250RR | 310 mm |
| Honda GL 200 | 340 mm |
| Honda GL Pro Neotech | 330 mm |
| Ukuran shock belakang Honda Grand / Prima / Star | 280 mm |
| Honda Karisma 125 / Kirana 125 | 285 mm |
| Honda Megapro Primus | 340 mm |
| Honda New Megapro FI | 345 mm |
| Honda PCX 150 | 310 mm |
| Honda PCX 160 | 315 mm |
| Honda Revo | 325 mm |
| Honda Revo X | 285 mm |
| Ukuran shock belakang Scoopy | 330 mm |
| Honda Sonic 150R | 295 mm |
| Ukuran shock belakang Supra X 125 | 330 mm |
| Honda Tiger Revo | 340 mm |
| Ukuran shock belakang Vario 125 | 295 mm |
| Ukuran shock belakang Vario 150 | 340 mm |
| Honda Vario 160 | 300 mm |
| Honda Verza | 350 mm |
| Ukuran shock belakang Honda Win 100 | 330 mm |
Penjelasan Tambahan: Kenapa Ukuran Shock Honda Berbeda-beda?
Secara teknis, perbedaan panjang shock belakang motor Honda terjadi karena:
- Desain rangka dan swing arm tiap motor berbeda
- Bobot motor berbeda (misalnya PCX lebih berat daripada Beat)
- Tinggi jok dan ground clearance diatur pabrikan sesuai target pengguna
- Motor sport seperti CB150R dan CBR150R membutuhkan shock lebih panjang agar suspensi tetap bekerja optimal saat manuver agresif
Kalau kamu berniat mengganti shock dengan merek lain atau shock aftermarket, angka panjang ini wajib dijadikan patokan awal.
Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Suzuki
Untuk kamu pengguna motor Suzuki, ukuran shock belakang motor juga sangat beragam. Mulai dari motor bebek legendaris, motor sport, hingga matic modern.
Suzuki punya banyak model populer seperti:
- Satria FU
- Thunder
- Nex II
- GSX Series
- Burgman 125
- hingga model lama seperti A100, RC80, FR80
Masing-masing motor Suzuki memiliki dimensi shock belakang berbeda, karena desain rangka dan segmentasi motor juga berbeda.
Berikut beberapa ukuran shock belakang motor Suzuki yang bisa jadi referensi.
Tabel Ukuran Shock Belakang Motor Suzuki
| Model Suzuki | Panjang Shock Belakang (mm) |
|---|---|
| Suzuki A100 | 310 mm |
| Suzuki Burgman 125 | 340 mm |
| Suzuki Crystal | 320 mm |
| Suzuki FR80 | 310 mm |
| Suzuki GSX-R150 / GSX-S150 / GSX Bandit | 315 mm |
| Suzuki Hayate 125 | 335 mm |
| Suzuki Katana 150 | 320 mm |
| Suzuki Let’s 110 | 320 mm |
| Suzuki Nex II / Nex Cross | 315 – 320 mm |
| Suzuki RC80 | 310 mm |
| Suzuki Satria FU | 320 mm |
| Suzuki Shogun 125 | 330 mm |
| Suzuki Skydrive | 330 mm |
| Suzuki Smash | 330 mm |
| Suzuki Spin 125 | 330 mm |
| Suzuki Thunder 125 | 340 mm |
| Suzuki Thunder 125 Touring | 345 mm |
| Suzuki Titan | 330 mm |
| Suzuki Tornado | 325 mm |
Catatan Penting untuk Pengguna Suzuki
Kalau kamu punya motor Suzuki, pastikan tidak asal ganti shockbreaker tanpa tahu ukuran standarnya. Pasalnya, perbedaan hanya 1–2 cm bisa berpengaruh besar pada handling motor kamu.
Contohnya:
- Shock terlalu panjang bisa membuat bagian belakang motor lebih tinggi
- Shock terlalu pendek bisa membuat motor terasa “jongkok” dan suspensi mentok saat membawa beban
Pada beberapa model seperti Nex II / Nex Cross, ukuran shock bisa berbeda tergantung varian dan produksi, sehingga sering ditulis dalam rentang 315–320 mm.
Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Yamaha
Moladiners yang pakai motor Yamaha? Tenang, kamu juga bisa cek ukuran shock belakang motormu di sini.
Yamaha dikenal punya banyak seri motor bebek dan motor matic, seperti:
- Jupiter Z
- Vega
- Crypton
- F1ZR
- Mio Sporty
- NMAX
- Aerox
- RX King
- Vixion
Beberapa ukuran shock belakang motor Yamaha yang umum antara lain sebagai berikut.
Tabel Ukuran Shock Belakang Motor Yamaha
| Tipe Motor Yamaha | Panjang Shock Belakang (mm) |
|---|---|
| Ukuran shock belakang Aerox 155 | 305 mm |
| Yamaha GL Pro | 320 mm |
| Yamaha Jupiter Z, Vega, Crypton, F1ZR | 270 mm |
| Yamaha Megapro Legacy | 320 mm |
| Ukuran shock belakang Mio Sporty | 300 mm |
| Yamaha Nmax | 332,9 mm |
| Ukuran shock belakang RX King | 320 mm |
| Yamaha Vixion | ±340 mm (tergantung varian) |
Penjelasan: Kenapa Shock NMAX Tidak Bulat Angkanya?
Salah satu hal unik adalah ukuran shock belakang Yamaha NMAX yang ditulis 332,9 mm. Ini cukup umum pada beberapa spesifikasi motor modern, karena pabrikan memakai standar pengukuran yang lebih presisi.
Di dunia aftermarket, shock NMAX biasanya dijual dalam ukuran mendekati:
- 330 mm
- 335 mm
Namun ukuran referensi 332,9 mm ini tetap penting sebagai patokan agar posisi motor tidak berubah terlalu ekstrem.
Tips Menentukan Ukuran Shock Belakang Motor yang Tepat
Setelah melihat daftar shock belakang motor di atas, sekarang saatnya kamu tahu bagaimana memilih shock yang tepat untuk motor kamu.
Karena meskipun shock terlihat seperti komponen “sederhana”, kenyataannya shock adalah bagian vital dari sistem suspensi yang memengaruhi:
- kenyamanan
- kestabilan
- keselamatan
- umur ban
- geometri motor
- respon saat pengereman
Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
1. Pilih Panjang yang Sesuai
Ukuran shock belakang motor yang tidak sesuai bisa membuat suspensi terlalu keras atau terlalu empuk.
Misalnya, Yamaha Aerox 155 idealnya menggunakan shock ukuran 305 mm. Jika shock terlalu panjang, motor bisa terasa berbeda dari setelan standar pabrik. Jika terlalu pendek, motor juga bisa terasa limbung atau berubah posisi.
Dalam praktiknya, perubahan panjang shock bisa memengaruhi:
- tinggi jok
- sudut kemudi
- jarak main shock (stroke)
- kestabilan saat menikung
Karena itu, panjang shock standar adalah titik paling aman untuk harian.
2. Pertimbangkan Jenis Suspensi
Jika kamu sering melintasi jalan berlubang atau berkendara jauh, suspensi gas bisa jadi pilihan terbaik.
Suspensi gas umumnya punya:
- daya redam lebih baik
- respon lebih cepat
- ketahanan lebih lama dibanding tipe oli biasa
Namun, suspensi gas juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan berat pengendara.
3. Sesuaikan dengan Gaya Berkendara
Untuk kamu yang hanya pakai motor harian, ukuran shock belakang standar pabrikan biasanya sudah cukup.
Tapi kalau kamu:
- sering touring
- membawa beban berat
- membawa penumpang
- sering lewat jalan rusak
- atau doyan ngebut
Maka shock aftermarket berkualitas tinggi bisa menjadi pertimbangan.
Namun, tetap ingat: shock aftermarket yang bagus sekalipun bisa membuat motor tidak nyaman jika ukurannya tidak sesuai.
4. Gunakan Produk Asli
Menggunakan shock asli bawaan pabrik lebih aman karena desain dan dimensinya disesuaikan dengan spesifikasi motor.
Produk palsu atau abal-abal bisa:
- cepat rusak
- bocor oli
- membuat motor tidak stabil
- bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan
Karena itu, pilihlah shock dari:
- OEM
- merek aftermarket terpercaya
- atau produk original dengan garansi
Cara Mengukur Shock Belakang Motor (Agar Tidak Salah)
Banyak orang hanya mengandalkan “kata orang” atau “katanya shock motor ini cocok”, padahal ukuran shock harus dicek dengan benar.
Berikut cara mengukur shock belakang motor secara umum:
1) Ukur dari Tengah Baut ke Tengah Baut
Pengukuran standar shock belakang biasanya adalah:
jarak dari center bolt atas ke center bolt bawah
Jangan mengukur dari ujung shock ke ujung shock karena hasilnya bisa berbeda.
2) Ukur dalam Kondisi Shock Tidak Terbebani
Jika memungkinkan, ukur shock saat:
- motor standar tengah
- atau roda belakang menggantung
Ini untuk menghindari shock dalam kondisi tertekan.
3) Cocokkan dengan Ukuran di Tabel
Setelah kamu dapat ukuran, bandingkan dengan daftar di artikel ini.
Jika shock motor kamu berbeda jauh dari ukuran standar, besar kemungkinan shock sudah pernah diganti.
Dampak Jika Shock Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek
Bagian ini penting untuk kamu yang berniat mengganti shock dengan ukuran berbeda.
Jika Shock Terlalu Panjang
Efek yang sering terjadi:
- motor jadi lebih tinggi
- posisi riding berubah
- lebih enak untuk ground clearance
- tapi motor bisa terasa “lebih kaku”
- beban ke ban depan bisa meningkat
Jika Shock Terlalu Pendek
Efek yang sering terjadi:
- motor terlihat lebih ceper
- mudah mentok saat boncengan
- motor terasa “ngeper”
- handling bisa lebih lambat
- risiko ban mentok spakbor atau CVT cover pada matic
Karena itu, perubahan ukuran shock harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Kapan Harus Mengganti Shock Belakang?
Moladiners, shock belakang motor biasanya diganti setiap 2–3 tahun atau saat motor kamu mengalami tanda-tanda berikut:
- Motor terasa terlalu empuk atau mentul-mentul
- Ada kebocoran oli di shock
- Timbul suara aneh saat melewati polisi tidur
- Ban belakang cepat aus tidak merata
Jika kamu mengalami salah satu dari tanda-tanda di atas, segera cek ukuran shock belakang motor dan ganti dengan yang sesuai.
Shock belakang yang sudah lemah biasanya akan membuat motor:
- tidak nyaman
- cepat melelahkan saat perjalanan jauh
- tidak stabil saat pengereman mendadak
Rekomendasi Praktis Sebelum Membeli Shock Baru
Sebelum kamu membeli shock baru, berikut checklist yang bisa kamu pakai:
1. Pastikan Ukuran Panjang Sesuai
Jangan tergoda shock “lebih tinggi biar keren” kalau tidak tahu efeknya.
2. Sesuaikan dengan Berat Pengendara
Jika berat kamu di atas rata-rata atau sering boncengan, pilih shock yang:
- lebih kuat
- atau punya preload adjuster
3. Tentukan Kebutuhan Harian atau Touring
Shock harian biasanya lebih nyaman, sedangkan shock touring cenderung lebih stabil.
4. Pilih Merek Terpercaya
Lebih baik beli shock yang benar-benar bagus daripada murah tapi cepat rusak.

Kesimpulan
Daftar ukuran shock belakang motor sangat penting untuk diketahui sebelum kamu mengganti shockbreaker.
Karena shock belakang bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut:
- stabilitas motor
- handling
- keselamatan berkendara
- serta umur ban
Kamu bisa mengacu pada tabel ukuran shock di atas untuk menentukan mana yang cocok buat motor kamu. Jangan lupa, selalu utamakan produk original dan sesuaikan dengan kebutuhanmu.



