Cara Backup, Export dan Import melalui Terminal di Winbox MikroTik
Di lingkungan jaringan produksi, router MikroTik hampir selalu menjadi titik paling kritis. Semua trafik melewati satu perangkat. Routing antar jaringan, hotspot user, VPN site to site, firewall, sampai manajemen bandwidth bergantung pada stabilitas router ini. Ketika router mengalami mati listrik mendadak, kerusakan storage, salah konfigurasi firewall, atau kegagalan saat upgrade RouterOS, dampaknya langsung terasa ke seluruh layanan.

Dalam kondisi nyata di lapangan, backup, export, dan import konfigurasi bukan sekadar prosedur dokumentasi. Ini adalah mekanisme pemulihan cepat. Router bisa diganti, storage bisa rusak, tetapi konfigurasi yang rapi menentukan apakah downtime berlangsung menit atau berjam jam.
Banyak teknisi pemula masih mengandalkan klik menu di Winbox. Pendekatan ini terlihat praktis, tetapi menjadi berisiko ketika konfigurasi sudah kompleks. Terminal Winbox memberi kontrol yang jauh lebih presisi. Setiap perintah tercatat, bisa diulang, dan mudah dianalisis. Artikel ini menyajikan tutorial teknis berbasis praktik lapangan yang umum dipakai teknisi jaringan saat menangani router produksi.
Memahami Perbedaan Backup dan Export di MikroTik
MikroTik menyediakan dua metode utama untuk menyimpan konfigurasi router. Keduanya sering disamakan, padahal fungsi dan risikonya sangat berbeda.
Backup menghasilkan file berekstensi .backup. File ini adalah snapshot biner dari konfigurasi router. Hampir seluruh state sistem disimpan, termasuk user, password, sertifikat, dan parameter internal RouterOS. Backup sangat cocok untuk restore cepat ke perangkat yang sama.
Export menghasilkan file teks berekstensi .rsc. Isinya berupa barisan perintah terminal. Router akan mengeksekusi perintah tersebut satu per satu saat proses import. Export jauh lebih fleksibel untuk migrasi antar perangkat atau audit konfigurasi.
Di lapangan, backup sering gagal ketika dipakai lintas arsitektur hardware. RouterBoard lama berbasis MIPS umumnya tidak bisa restore backup ke device ARM atau CCR seri baru. Export lebih aman untuk skenario ini, meskipun membutuhkan pemahaman urutan konfigurasi dan dependency antar fitur.
Persiapan Teknis Sebelum Backup dan Export
Sebelum melakukan backup atau export, teknisi berpengalaman selalu melakukan pengecekan dasar. Langkah ini sederhana, tetapi sering diabaikan.
Periksa versi RouterOS dan arsitektur perangkat.
/system resource print
Catat RouterOS version, architecture, dan uptime. Backup dari versi lama ke versi yang jauh lebih baru memiliki risiko gagal restore.
Periksa kapasitas penyimpanan router.
/file print
Router dengan storage hampir penuh sering menghasilkan file backup yang rusak tanpa pesan error yang jelas.
Pastikan router dalam kondisi stabil. Hindari melakukan backup saat CPU tinggi atau trafik sedang puncak, terutama di jaringan hotspot besar.
Tutorial Teknis Backup Konfigurasi MikroTik melalui Terminal Winbox
Backup melalui terminal adalah metode paling konsisten dan minim kesalahan.
Perintah dasar backup.
/system backup save name=backup-router-core password=PasswordKuat123
File backup akan muncul di menu Files dengan ekstensi .backup. Password sangat disarankan agar file tidak bisa digunakan oleh pihak yang tidak berwenang.
Praktik penamaan file yang umum dipakai di lapangan.
backup-core-Pematangsiantar-2026-02-01
Penamaan berbasis lokasi dan tanggal memudahkan identifikasi saat jumlah file backup sudah banyak.
Tutorial Teknis Download dan Pengamanan File Backup
Menyimpan file backup terlalu lama di router adalah kesalahan umum. Jika router diretas, file backup menjadi pintu masuk penuh ke sistem.
Alur aman yang sering dipakai teknisi.
Backup dibuat melalui terminal.
File diunduh melalui Winbox atau SCP.
File disimpan di komputer admin atau server backup.
File backup dihapus dari router.
Perintah untuk menghapus file backup.
/file remove backup-core-Pematangsiantar-2026-02-01.backup
Tutorial Teknis Export Konfigurasi MikroTik melalui Terminal
Export digunakan untuk dokumentasi, audit, dan migrasi perangkat.
Export seluruh konfigurasi.
/export file=export-full
Export dengan data sensitif disembunyikan.
/export hide-sensitive file=export-safe
Mode hide-sensitive sangat penting jika file akan disimpan di cloud, dikirim ke klien, atau dibagikan ke tim lain.
Export parsial sering dipakai untuk memindahkan bagian tertentu.
/ip firewall export file=export-firewall
/queue simple export file=export-qos
Struktur File Export MikroTik dan Cara Membacanya
File export adalah file teks biasa. Setiap baris adalah perintah terminal yang akan dieksekusi berurutan.
Masalah umum muncul ketika urutan tidak sesuai. Interface dipanggil sebelum dibuat. IP address ditempelkan ke interface yang namanya berbeda. Script dijalankan sebelum scheduler aktif.
Teknisi berpengalaman selalu membuka dan membaca file export sebelum import. Ini bukan formalitas, tetapi langkah pencegahan downtime.
Tutorial Teknis Import Konfigurasi MikroTik melalui Terminal
Import dilakukan dengan perintah berikut.
/import file-name=export-full.rsc
Jika router masih memiliki konfigurasi lama, konflik hampir pasti terjadi. Firewall rule ganda, DHCP server dobel, dan address IP bentrok adalah kasus yang paling sering muncul.
Untuk migrasi bersih, reset konfigurasi sangat dianjurkan.
/system reset-configuration no-defaults=yes
Setelah reboot, router berada dalam kondisi kosong dan siap menerima konfigurasi hasil import.

Simulasi Migrasi Router MikroTik Menggunakan Export dan Import
Contoh kasus nyata di lapangan adalah migrasi dari RouterBoard lama ke device generasi baru.
Router lama RB750Gr3 diganti CCR2004.
Langkah teknis yang umum dilakukan.
Export konfigurasi router lama menggunakan hide-sensitive.
Periksa dan sesuaikan nama interface di file export.
Upgrade RouterOS router baru ke versi stabil terbaru.
Reset konfigurasi router baru tanpa default.
Import file export.
Validasi routing, NAT, firewall, DHCP, dan service hotspot.
Dengan prosedur ini, migrasi biasanya selesai cepat tanpa downtime panjang.
Kesalahan Teknis yang Sering Terjadi Saat Backup dan Import
Beberapa kesalahan yang sering ditemukan di lapangan.
Restore backup lintas arsitektur hardware.
Import konfigurasi tanpa reset router.
Nama interface tidak disesuaikan.
Mengabaikan pesan error saat import.
Kesalahan kecil yang diabaikan sering menyebabkan jaringan tidak stabil dalam jangka panjang.
Strategi Backup Rutin untuk Router Produksi
Router produksi tidak boleh mengandalkan backup manual semata.
Strategi yang umum dipakai.
Backup otomatis mingguan.
Backup manual sebelum perubahan besar.
Export konfigurasi setelah update jaringan.
Contoh scheduler backup sederhana.
/system scheduler add name=auto-backup interval=7d on-event=”/system backup save name=auto-backup”
Kapan Menggunakan Backup dan Kapan Menggunakan Export
Backup paling tepat digunakan untuk restore cepat di perangkat yang sama.
Export lebih tepat untuk migrasi, audit konfigurasi, dan dokumentasi jangka panjang.
Di jaringan profesional, keduanya selalu digunakan bersamaan. Backup untuk kondisi darurat. Export untuk kontrol dan perencanaan.
Backup dan export bukan pekerjaan tambahan. Ini fondasi manajemen risiko jaringan. Terminal Winbox memberi kontrol presisi yang tidak bisa digantikan oleh klik manual. Teknisi yang disiplin di tahap ini hampir selalu lebih siap saat insiden terjadi, karena pemulihan jaringan bisa dilakukan dengan tenang dan terukur.



