Rp0

Tidak ada produk di keranjang.

BELANJA PRODUK DIGITAL

admin@boimeningkat.com

+62 85276661500

Rp0

Tidak ada produk di keranjang.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Artikel Populer

Konfigurasi Wireless MikroTik Lengkap Gambar

Point to Point dan Point to Multi Point Secara Teknis dan Terstruktur

Panduan lengkap implementasi jaringan wireless MikroTik untuk skala kecil hingga menengah

Wireless MikroTik masih menjadi solusi jaringan favorit di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, kantor, UMKM, hingga koneksi antar gedung. Alasannya sederhana. Perangkat MikroTik relatif terjangkau, fleksibel, dan memiliki fitur enterprise yang cukup lengkap jika dikonfigurasi dengan benar.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari konfigurasi wireless MikroTik secara teknis, mulai dari konsep dasar, perencanaan jaringan, hingga implementasi Point to Point dan Point to Multi Point menggunakan RouterBoard MikroTik dan WinBox.

Artikel ini ditulis sebagai panduan praktik, bukan sekadar teori. Setiap tahapan dijelaskan dengan alasan teknis di balik konfigurasi yang dilakukan, sehingga Anda memahami bukan hanya caranya, tetapi juga logikanya.


Pengertian Wireless dalam Jaringan Komputer

Wireless adalah metode komunikasi data yang tidak menggunakan media kabel fisik. Data dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik pada frekuensi tertentu, seperti 2.4 GHz atau 5 GHz.

Dalam jaringan komputer, wireless digunakan untuk:

  • Menghubungkan perangkat tanpa kabel
  • Menjangkau area sulit ditarik kabel
  • Menghemat biaya instalasi fisik
  • Memberikan fleksibilitas penempatan perangkat

Namun, wireless bukan sekadar “tanpa kabel”. Wireless membutuhkan perencanaan yang matang, terutama terkait interferensi, keamanan, dan kualitas sinyal.


Karakteristik Wireless MikroTik

MikroTik menyediakan fitur wireless yang cukup lengkap, antara lain:

  • Mode Bridge, AP Bridge, Station
  • Pengaturan frekuensi dan channel width
  • Monitoring signal, noise, dan CCQ
  • Pengamanan dengan security profile
  • Integrasi dengan firewall dan routing

Keunggulan utama MikroTik terletak pada fleksibilitas konfigurasinya. Namun fleksibilitas ini juga menjadi tantangan bagi pemula jika tidak memahami konsep dasarnya.


Kelebihan dan Kekurangan Wireless

Kelebihan Wireless

  • Instalasi cepat tanpa penarikan kabel
  • Mudah dikembangkan untuk skala besar
  • Fleksibel dalam penempatan perangkat
  • Cocok untuk koneksi antar gedung
READ  Wisata Kuliner Siantar, Dano FoodCourt di Pematangsiantar

Kekurangan Wireless

  • Rentan interferensi
  • Keamanan harus dikonfigurasi manual
  • Kualitas dipengaruhi cuaca dan lingkungan
  • Throughput lebih fluktuatif dibanding kabel

Karena itu, konfigurasi wireless tidak bisa asal. Setiap parameter memiliki dampak langsung terhadap performa jaringan.


Jenis Topologi Wireless MikroTik

Secara umum, wireless MikroTik sering digunakan dalam dua topologi utama:

  • Point to Point
  • Point to Multi Point

Kedua topologi ini memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda.


Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point

Konsep Point to Point

Point to Point adalah koneksi wireless langsung antara dua perangkat. Satu perangkat bertindak sebagai pemancar, satu perangkat sebagai penerima.

Skema ini umum digunakan untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Menghubungkan kantor pusat dan cabang
  • Koneksi jarak menengah hingga jauh

Karena hanya melibatkan dua perangkat, Point to Point cenderung lebih stabil dan mudah dikontrol.


Perangkat yang Digunakan

  • 2 unit RouterBoard MikroTik dengan wireless
  • 2 antena internal atau eksternal
  • 2 PC atau laptop untuk konfigurasi
  • Aplikasi WinBox

Tahap 1, Perencanaan Jaringan

Sebelum konfigurasi, tentukan:

  • Frekuensi yang akan digunakan
  • Jarak antar perangkat
  • Line of Sight atau tidak
  • IP address plan

Perencanaan ini penting agar konfigurasi berjalan efisien dan minim gangguan.


Tahap 2, Konfigurasi Router Bridge

Router bridge adalah perangkat pemancar.

Pengaturan IP Address

Atur IP address pada interface wlan. IP ini akan menjadi gateway bagi router station.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Contoh:

  • IP address, 30.30.30.1/24
  • Interface, wlan1

IP address ini digunakan untuk manajemen dan pengujian koneksi.


Pengaturan Wireless Mode Bridge

Masuk ke menu Wireless dan atur:

  • Enable wlan
  • Mode, Bridge
  • Band, 2.4 GHz atau 5 GHz
  • Channel width, default atau disesuaikan
  • Frequency, pilih yang minim interferensi
  • SSID, nama jaringan wireless
READ  Cara Melihat Kode Sumber Website HTML & CSS Terjitu

Mode Bridge digunakan karena hanya melayani satu station.


Pengamanan Wireless

Buat Security Profile:

  • Authentication Type, WPA2-PSK
  • Encryption, AES
  • WPA2 Pre-Shared Key, password kuat

Pengamanan ini wajib. Wireless tanpa security sangat rentan.


Tahap 3, Konfigurasi Router Station

Router station adalah penerima sinyal wireless.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Pengaturan IP Address

Gunakan IP satu network dengan router bridge, atau gunakan DHCP Client jika ingin otomatis.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Contoh:

  • IP address, 30.30.30.2/24
  • Interface, wlan1

Pengaturan Wireless Mode Station

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Masuk ke menu Wireless dan atur:

  • Mode, Station
  • Security Profile, samakan dengan bridge
  • Parameter lain biarkan default

Mode station membuat router bertindak sebagai wireless client.


Scan dan Connect

Gunakan fitur Scan:

  • Cari SSID dari router bridge
  • Pastikan sinyal stabil
  • Klik Connect

Jika berhasil, SSID akan terkunci dan frekuensi otomatis menyesuaikan.


Verifikasi Point to Point

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Lakukan beberapa pengujian:

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
  • Ping dari station ke bridge
  • Cek Registration Table
  • Pantau signal strength
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
  • Pantau CCQ
  • Lakukan bandwidth test

Jika semua normal, koneksi Point to Point siap digunakan.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Multi Point

Konsep Point to Multi Point

Point to Multi Point adalah skema satu pemancar melayani banyak penerima.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Topologi ini umum digunakan untuk:

  • Hotspot area
  • Distribusi internet ke beberapa lokasi
  • Jaringan kampus atau sekolah

Perbedaan AP Bridge dan Bridge

  • Bridge, hanya melayani satu station
  • AP Bridge, melayani banyak station
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Karena itu, AP Bridge wajib digunakan pada Point to Multi Point.


Tahap 1, Konfigurasi Router AP Bridge

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Pengaturan IP Address

Atur IP address pada wlan atau bridge interface.

Biasanya digunakan DHCP Server agar station mendapat IP otomatis.


Pengaturan Wireless Mode AP Bridge

Masuk ke menu Wireless:

  • Mode, AP Bridge
  • Band, sesuai kebutuhan
  • Channel width, disesuaikan
  • Frequency, pilih yang stabil
  • SSID, identitas jaringan
READ  Cara Menghapus Facebook Lama, Tidak Bisa Login Lagi

AP Bridge memungkinkan banyak station terhubung bersamaan.


Pengaturan DHCP Server

Aktifkan DHCP Server:

  • Interface, wlan atau bridge
  • IP pool sesuai kebutuhan
  • Gateway, IP router
  • DNS server, lokal atau publik
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Dengan DHCP, konfigurasi station lebih sederhana.


Tahap 2, Konfigurasi Router Station

Pengaturan Wireless

Pada router station:

  • Mode, Station
  • Security Profile, sama dengan AP
  • Scan dan Connect ke SSID

Pengaturan DHCP Client

Aktifkan DHCP Client pada interface wlan agar station memperoleh IP otomatis.

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Tahap 3, Konfigurasi NAT dan Internet

Jika router station digunakan untuk client LAN:

  • Aktifkan NAT Masquerade
  • Pastikan routing default tersedia
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Tanpa NAT, client tidak dapat mengakses internet.


Verifikasi Point to Multi Point

Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Lakukan pengujian:

  • Ping antar router
  • Ping ke internet
  • Pantau signal dan noise
  • Pantau frequency usage
  • Pantau throughput

Verifikasi penting untuk memastikan stabilitas jaringan.


Best Practice Wireless MikroTik

Beberapa praktik terbaik:

  • Gunakan frekuensi yang jarang digunakan
  • Hindari channel overlap
  • Gunakan WPA2 atau WPA3
  • Batasi transmit power
  • Monitor CCQ dan signal
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman
Konfigurasi Wireless MikroTik Point to Point dan Point to Multi Point Lengkap untuk Jaringan Stabil dan Aman

Wireless yang baik bukan soal sinyal kuat, tetapi sinyal bersih.


Kesimpulan

Konfigurasi wireless MikroTik membutuhkan pemahaman konsep, bukan sekadar mengikuti langkah. Point to Point cocok untuk koneksi antar dua lokasi. Point to Multi Point cocok untuk distribusi ke banyak client.

Dengan perencanaan yang matang dan konfigurasi yang tepat, wireless MikroTik dapat bekerja stabil, aman, dan efisien untuk jangka panjang.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami dan mengimplementasikan wireless MikroTik secara profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru