Home Blog Ada Apa Dengan Hotel Oyo di Indonesia ? Lengkap Disini

Ada Apa Dengan Hotel Oyo di Indonesia ? Lengkap Disini

17
Ada Apa Dengan Hotel Oyo di Indonesia ? Lengkap Disini
Ada Apa Dengan Hotel Oyo di Indonesia ? Lengkap Disini

Halo teman-teman yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang Hotel Oyo atau alias OYO Rooms, OYO Hotels & Homestay. Saya mendapati informasi bahwa Startup unicorn asal India OYO yang bergerak bisnis jaringan hotel resmi memulai hadir di Indonesia tepat pada Kamis, 18 Oktober 2018. Dalam peresmiannya, perusahaan Oyo juga mengumumkan komitmen investasi sebesar 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,5 triliun).

Hotel Rooms Oyo Ada Masalah Apa ? Sejak awal tahun 2020 lalu, sebuah platform penyewaan hotel yang dicetus oleh orang India, OYO, dikabarkan sedang mengalami ketidakstabilan bisnis oleh karena itu  adanya kekeliruan dalam manajemen. Kabar tersebut diterima dari pengakuan para karyawan dan mantan karyawan yang mengundurkan diri. Semenjak saingan dengan platform reddoorz dikabarkan juga pimpinan hotel oyo mengundurkan diri pada saat itu.

Awal Mula Hotel Oyo Bermasalah ? Seperti yang saya ceritakan di atas bahwa platform oyo tersebut diguncang oleh ketidakstabilan manajemen perusahaan. Contoh kecilnya adalah masalah refund terhadap pelanggan seperti yang saya alami juga bahwa hotel oyo sedikit mengalami proses yang sulit untuk melakukan refund dana terhadap pelanggan yang tidak mendapatkan kamar dan juga ketidaktahuan tentang Teknologi Informasi terhadap mitra Oyo Hotel Rooms tersebut.

Sampai Viral, Aplikasi Oyo di Indonesia Dikecam

Saya juga tidak tahu pasti kejadian ini sampai viral dan terdengar di ulas oleh banyak media, viral disebabkan oleh kesalahan fitur yang tidak memberikan pengembalian dana kepada pelanggan yang tidak mendapatkan kamar. Standar Operasi Perusahaan (SOP) kurang lebih mengatakan bahwa ketika pelanggan tidak mendapatkan kamar, maka pelanggan tersebut berhak mendapatkan kamar yang setimpal di hotel yang bertaraf atau bermitra di oyo terdekat. Contoh saya ingin kamar B, ternyata kamar B tersebut telah penuh. Maka saya berhak mendapatkan kamar C di hotel Oyo lain tanpa dikenakan biaya. Kurang lebih seperti itu yang pernah saya rasakan.

Lalu, pada satu kasus kita juga dapat mengembalikan dana yang sudah di transfer dengan catatan harus dengan nama, no rekening yang sama, terus memiliki data yang benar-benar real dan terintegrasi agar mudah melakukan refund. Nah, kasus ini viral karena aplikasi oyo sangat lama sekali untuk melakukan refund kepada pelanggan.

Oyo Indonesia Merugi, Beda Di Negara Lain

Kenapa Oyo di Indonesia Merugi ? dikecam dari paragraf diatas disebabkan terlalu banyak pelanggan kena dampak refund atau pengembalian dana, beberapa buzzer internet tidak hanyak diam. Mereka juga turut mengecam pihak Oyo disebabkan beberapa proses yang tidak dapat diberikan atau direalisasikan oleh perusahan hotel tersebut. Seperti dikutip dari yahoo.comLewat sebuah thread di Twitter yang diunggah Selasa, 11 Agustus 2020, akun @oyobikinrugi membeberkan kecurangan yang klaimnya dilakukan pihak OYO Indonesia. Kerugiannya dijelaskan tak hanya dirasakan pelanggan, namun juga mitra dan vendor.

Ramai di protes di media sosial juga di jejaring internet maka dari itu Oyo tidak hanya diam dan terus bergerak melakukan proses seperti melakukan pengembalian dana kepada hampir seluruh pelanggan seperti di kutip dari katadata.co.idStartup jaringan hotel, OYO, ramai diprotes di Instagram karena pengguna dan mitranya mengeluhkan pengembalian dana (refund) yang tak kunjung dibayarkan. Namun, perusahaan mengklaim telah menyelesaikan lebih dari 85% permintaan refund konsumen. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Ramai Diprotes di Medsos, OYO Klaim Sudah Kembalikan 85% Dana Konsumen.” sangat menarik sekali.

Review atau Ulasan Oyo Rooms Indonesia 

Tidak hanya pengguna Oyo yang melakukan ulasan yang tidak enak terkait perusahaan hotel tersebut, ada cerita di balik cerita terkait layanan pelanggan serta mitra. Seperti yang dikutip dari beberapa media jawapos.com, “Kami sangat menyayangkan atas adanya akun media sosial yang bersembunyi dalam anonimitas tersebut beserta upayanya untuk mendiskreditkan pihak kami secara sepihak. Kami selalu berupaya mengevaluasi setiap keluhan, namun banyak dari unggahan-unggahan tersebut yang berisi spekulasi tak berdasar atas sumber informasi yang tidak dapat diverifikasi kredibilitasnya,” kata Country Head Emerging Business OYO Indonesia Eko Bramantyo dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).

Walaupun saya sebagai penulis pernah merasakan kejadian yang sama yakni; Review jelek terkait hotel oyo indonesia dikarenakan refund atau pengembalian pemesanan hotel saya sangat lama sekali di proses, berkali-kali saya mengajukan sampai saya kecewa karena memakan banyak pulsa untuk menghubungi pihak hotel tersebut. Tetapi itu tidak menghambat saya untuk memberikan ulasan dan pengalaman saya di internet tanpa batas.

Tidak Hanya Oyo Rooms Saja, Platform Lain Harus Belajar

Kesalahan memang selalu dapat diperbaiki, belajar dari perusahaan Oyo bahwa manajemen buruk akan berdampak besar jika tidak melayani pelanggan dengan baik dan benar. Apalagi ini hal yang sangat urgent atau penting diperhatikan dari segi wadah atau tempat tinggal yang benar dibutuhkan oleh pemesan hotel.

Di platrom lain juga selalu banyak kejadian yang sama, walaupun masih dianggap toleran dikarenakan tidak begitu terkuak di publik. Alih-alih bicara kesalahan dari Oyo, saya yakin dari platform lain juga hampir mirip akan tetapi berusaha ditutup-tutupi. Semoga kejadian yang sama tidak terjadi lagi kepada pihak manapun, baik itu pemesan hotel (pengguna), mitra(kerjasama) dan juga pemilik perusahaan.

Mari berikan kerjasama baik, dan tidak mementingkan diri sendiri. Cerita ini adalah update atau perubahan dari Review ( Pengalaman Pribadi ) yang saya pernah tuangkan di internet berjudul Viral Kasus Oyo Hotel, Refund Tidak Kunjung Di Proses. Apabila ada kesalahan dari penulisan ataupun opini dalam artikel ini, kami mohon maaf dan bisa kami ubah. Anda juga dapat mengirimkan komentar atau tanggapan lain ke media sosial atau email yang terhubung dengan situs ini. Terima kasih.

17 COMMENTS

  1. Hari ini, saya menulis dari Hotel Tjokro Style Yogya, 3 jam setelah saya angkat kaki dari sebuah Hotel yang di aplikasi Agoda masih dinyatakan kerjasama dengan OYO. saya baru sampai pukul 14.00 di hotel OYO 1061 Yogya. Sampai disana, orang yang nemuin saya bilang, "saya jaga hotel sebelah kak, di hotel sini satu hari buka, satu hari libur", tet tot … ada jenis hotel sehari buka sehari tutup, sehari ada resepsionis, sehari ilang.

    Saya tunjukkan booking Agoda saya, dan status PAID. Dia sibuk nelpon staff yang katanya jadwal libur. Setelah beberapa menit, si orang ini datang lagi … kak, si anu (staff resepsionis yang mungkin lagi liburan di Bahama- penulis) bilang, hotel ini sudah tidak kerjasama dengan aplikasi manapun. Termasuk OYO.

    Saya ngeyel, … maaf Pak .. saya sudah bayar untuk dua hari, lantas ini gimana?

    Kakak, telpon aja ke OYO nya, yang pasti hotel ini sudah gak ada kerjasama sama OYO. Dan ternyata memang banyak yang kecele waktu datang ke hotel tersebut, yang katanya dari aplikasi OYO …

    Saya pun coba telpon, tapi hanya mesin penjawab yang terdengar.

    Yang satu hari, masih bisa dicancel (karena saya booking terpisah). Tapi anehnya, di status booking yang saya cancel tersebut .. charge: Rp.0, refund Rp. 0, cancellation fee Rp. 0

    Saya males ribut, akhirnya ngeloyor pergi dari hotel tersebut, akhirnya meluncur ke Tjokro Style …

    Selama ini cuman denger dan baca, kasus penipuan oleh OYO. .. oh oh .. ternyata mengalami sendiri akhirnya.

    Saya heran, gimana nasib para calon penghuni hotel tersebut, di status masih ada OYO, tapi ternyata sudah gak. Terus duitnya kalo sudah PAID, masuk kemana.

    Saya relakan Rp. 100.000 hari ini, setelah baca cerita Agan diatas, kayaknya bakal lumayan melelahkan kalo ngejar si OYO untuk refund.

    Atau mungkin saya perlu ke CS nya OYO, at least kirim email.

    OYO penipu ulung … itu kesimpulannya, seharusnya berita berita gini disebar bener. Saya berani tanggung jawab karena semua bukti pemesana masih ada.

    Thanks bagi yang sudah baca. Makasih juga untuk Agan yang sudah share cerita pengalaman di atas. Semoga tidak terulang ke yang lain lain. Aamiin.

  2. Pangandaran, 4 Januari 2021. Saya sudah booking 2 hari sebelumnya lewat aplikasi OYO. 1 jam sebelum waktu check in, yaitu tepat saat saya diperjalanan sebelum menuju Hotel tersebut, saya ditelpon oleh pemilik hotel dan disuruh cancel dengan alasan saya bayar kemurahan karna kupon yang saya dapat dari aplikasi, alhasil daripada adu argumen dgn si pemilik hotel yaudah saya cancel aja. waktu saya pun terbuang percuma dikarenakan sibuk cari hotel disekitar. Masih menggunakan OYO dan dapet hotel lain yang agak mahal Tapi saya dikasih ruangan yang berbeda dengan detail di OYO alasannya si OYO belum bayar ke penginapan selama 4 bulan?! Apa saya sebagai pelanggan harus menanggung kesalahan OYO?! Konyol sekali, berbeda dengan aplikasi sebelah yang sedikit Profesional.

  3. Sama gan, gua kejadian di Bandung awal bulan ini. Nginep di salah satu hotel OYO dengan harga di aplikasi 89 ribu, eh sampai hotel dipaksa bayar lagi karena OYO tidak pernah mentransfer voucher discount ke pihak hotel. Alhasil saya bayar lah harga normal 175 ribu dan dengan kamar yang lebih jelek dari di aplikasi tapi ya sudahlah OYO ya OYO begits dah

  4. Hari ini kejadian sama saya, saat datang ke hotel ternyata komplek perumahan, dan alamat yang dituju adalah rumah kosong yang sudah bobrok, bener benar dibohongi oleh aplikasi oyo, dihubungi ga bisa, mu complain ga bisa, bingung kasian sama istri jauh jauh datang tahunya rumah kosong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version