Home Blog Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

0
Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

Kenali Kode dan Ukuran Bearing Berbagai Merk Motor

Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)
Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

Mengetahui kode dan ukuran bearing motor adalah langkah penting dalam perawatan mesin agar lebih optimal dan tidak menimbulkan masalah baru saat penggantian komponen. Bearing atau laher merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor karena berfungsi menjaga putaran komponen tetap stabil, mengurangi gesekan, serta membantu komponen bekerja lebih halus dan tahan lama.

Karena itulah, memastikan ukuran bearing motor sesuai spesifikasi sangat krusial untuk performa mesin, kenyamanan berkendara, serta usia pakai komponen motor. Banyak kasus motor terasa berat, muncul suara kasar, hingga roda goyang bukan karena ban atau velg, melainkan karena bearing sudah aus atau salah ukuran saat diganti.

Artikel ini membahas secara lengkap cara membaca kode bearing, serta daftar kode dan ukuran bearing untuk berbagai merek motor populer di Indonesia seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki, mencakup bearing kruk as, bearing roda depan, dan bearing roda belakang.

Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

Cara Baca Kode dan Ukuran Bearing Motor

Setiap motor memiliki kode bearing yang berbeda-beda. Salah satu contoh kode bearing yang umum digunakan adalah 6203. Berikut arti kodenya:

  • Angka pertama, yaitu 6 menunjukkan tipe bearing atau laher. Dalam hal ini, angka 6 berarti bearing tipe deep groove ball bearing, yang umum digunakan pada motor listrik.
  • Angka kedua, yaitu 2 menunjukkan seri atau tingkat kekuatan bearing terhadap beban. Semakin besar angkanya, semakin besar kemampuan bearing menahan beban.
  • Dua angka terakhir, yaitu 03 menunjukkan diameter lubang bagian dalam bearing. Angka 03 dikalikan dengan 5 menghasilkan ukuran lubang sebesar 15 mm.

Jadi, ukuran bearing 6203 memiliki lubang dalam berdiameter 15 mm.


Kenapa Kode Bearing Motor Penting Dipahami?

Banyak pengguna motor hanya membeli bearing berdasarkan “katanya cocok” atau hanya mengikuti bentuk fisik lama. Padahal, bearing punya ukuran presisi yang terdiri dari:

  • Diameter dalam (ID / Inner Diameter)
  • Diameter luar (OD / Outer Diameter)
  • Lebar / ketebalan bearing (Width)

Jika salah satu ukuran tidak sesuai, maka akibatnya bisa serius, seperti:

  • bearing tidak masuk dudukan (terlalu besar)
  • bearing longgar dan cepat rusak (terlalu kecil)
  • muncul bunyi kasar saat motor berjalan
  • roda terasa goyang atau tidak stabil
  • kruk as tidak presisi, mesin cepat panas, dan tenaga turun

Itulah mengapa memahami kode bearing adalah bekal penting sebelum melakukan penggantian.

Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

Kode dan Ukuran Bearing Kruk As Berbagai Merk Motor

Bearing kruk as berfungsi sebagai penopang utama poros engkol agar putarannya tetap presisi. Berikut ini kode dan ukuran bearing kruk as dari beberapa merek motor populer di Indonesia.


Daftar Kode dan Ukuran Bearing Motor Paling Lengkap (Roda & Kruk As)

1. Kode dan Ukuran Bearing Kruk AS Motor Honda

Jika kamu punya motor Honda, berikut ini kode bearing dan ukuran kruk as yang perlu kamu tahu:

  • Astrea Prima – 6304
  • Astrea Star – 6304
  • Beat – 6007/6205Z
  • Benly – 6205
  • C70 – 6304
  • C700 – 6304
  • C800 – 6304
  • CB 100 – 6304
  • CB 125 – 6304
  • CBR 150 – 6304
  • GL Max – 6304
  • GL Max NeoTech – 6304
  • GL Pro – 6304
  • GL Pro NeoTech – 6304
  • Grand – 6304
  • Kharisma – 6304
  • Legenda – 6304
  • NSR – 6305
  • S90 – 6205
  • Scoopy – 6007/6205Z
  • Sonic – 6304
  • Supra X – 6304
  • Supra X 125 – 6304
  • Tiger – 6304
  • Vario 110 – 6007/6205Z
  • Vario 125 FI – P2-25BC06S98ZECS10
  • WIN 100 – 6304

2. Kode dan Ukuran Bearing Kruk As Kawasaki

Motor Kawasaki memiliki konstruksi mesin yang berbeda, sehingga ukuran bearing-nya pun bervariasi. Berikut ukuran lengkapnya:

  • Kawasaki Binter Joy – 6204
  • Kawasaki Binter KZ200 – 6306/6207
  • Kawasaki Dtracker – 6305
  • Kawasaki Kaze – 6205/6204
  • Kawasaki Kaze R – 6205/6204
  • Kawasaki Kaze ZX130 – 6305
  • Kawasaki KLX – 6305
  • Kawasaki KSR – 6205-6204
  • Kawasaki Ninja 150R – 6305/63-22
  • Kawasaki Ninja RR – 6305/63-22

3. Kode Bearing Kruk AS Suzuki

Suzuki dikenal dengan daya tahan mesin yang tinggi. Untuk menjaga performa tetap maksimal, bearing kruk as-nya pun dibuat khusus dengan ukuran berikut:

  • Suzuki A100 – 6204
  • Suzuki Crystal – 6205
  • Suzuki FR 80 – 6204
  • Suzuki FXR 150 – 6007
  • Suzuki RC 100 – 6205
  • Suzuki RC 80 – 6205
  • Suzuki RGR – 6305
  • Suzuki Satria F150 – 6007-63/28
  • Suzuki Satria RU – 6205
  • Suzuki Shogun 110 – 6007/6205
  • Suzuki Shogun 125 – 6007/6205
  • Suzuki Skywave – 6305
  • Suzuki Skydrive – 6305
  • Suzuki Smash – 6007/6205z
  • Suzuki Spin – 6305
  • Suzuki Thunder 125 – 6304
  • Suzuki Thunder 250 – 6306
  • Suzuki Titan – 6007/6205
  • Suzuki Tornado GS – 6205
  • Suzuki Tornado GX – 6205

4. Kode dan Ukuran Bearing Kruk As Motor Yamaha

Pengguna motor Yamaha juga perlu tahu kode dan ukuran bearing kruk as yang sesuai agar performa mesin tetap prima. Berikut panduannya:

  • Alfa – 6205
  • Byson – 6305
  • Champ – 6205
  • F1ZR – 6205
  • Force 1 – 6205
  • Jupiter MX – 6305
  • Jupiter Z – 6304-6205
  • Mio – 6305
  • Nouvo – 6305
  • RXS – 6304-6205
  • RX 100 – 6304-6205
  • RX King – 6302-6205
  • RXZ – 6302-6205
  • RZR – 6302-6205
  • Scorpio Z – 63/28
  • Vega – 6304-6205
  • Vixion – 6305
  • Y125Z – 6205

Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Berbagai Merk Motor

Bearing roda depan motor berfungsi menjaga kestabilan saat motor melaju. Jika bearing ini aus, kamu akan merasakan goyangan atau bunyi mendengung saat berkendara.


1. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Honda

Untuk motor Honda, kode bearing roda depan umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Honda Astrea Grand – 6301
  • Honda Astrea Prima – 6301
  • Honda Astrea Star – 6301
  • Ukuran bearing roda depan Beat – 6201
  • Honda C70 – 6301
  • Honda C700 – 6301
  • Honda C800 – 6301
  • Honda CB 100 – 6301
  • Honda CB 125 – 6301
  • Honda CB150R – 6301
  • Honda CBR 150R – 6301
  • Honda GL 100 – 6301
  • Honda GL 125 – 6301
  • Honda GL Max – 6301
  • Honda GL Max NeoTech – 6301
  • Honda GL Pro – 6301
  • Honda GL Pro NeoTech – 6301
  • Honda Kharisma 125 – 6301
  • Honda Legenda – 6301
  • Honda Mega Pro – 6301
  • Honda NSR 150 – 6301
  • Honda S90 – 6301
  • Honda Scoopy – 6201
  • Honda Sonic – 6301
  • Honda Supra Fit – 6301
  • Honda Supra X – 6301
  • Ukuran bearing roda depan Supra X 125 – 6301
  • Honda Tiger 2000 – 6301
  • Honda Tiger C/W – 6301
  • Honda Vario 110 – 6201
  • Honda Vario 125 – 6201
  • Honda Win – 6301

2. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Kawasaki

Kawasaki juga memiliki spesifikasi unik untuk bearing roda depannya dengan ukuran sebagai berikut:

  • Kawasaki Athlete – 6202
  • Kawasaki Binter Joy – (tidak tersedia)
  • Kawasaki Binter Merzy – (tidak tersedia)
  • Kawasaki Blitz – 6300
  • Kawasaki Blitz R – 6300
  • Kawasaki D’Tracker – 6202
  • Kawasaki Kaze – 6300
  • Kawasaki Kaze R – 6300
  • Kawasaki KLX – 6202
  • Kawasaki Ninja 150 RR – 6202
  • Kawasaki Ninja 150R – 6202
  • Kawasaki Ninja 250R – 6202
  • Kawasaki Ninja R C/W – 6202
  • Kawasaki ZX130 – 6300

3. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Suzuki

Khusus pengguna Suzuki, berikut beberapa referensi ukuran bearing roda bagian depan:

  • Suzuki A100 – 6300
  • Suzuki Crystal – 6300
  • Suzuki FR 80 – 6300
  • Suzuki Nex – 6300
  • Suzuki RC 100 – 6300
  • Suzuki RC 80 – 6300
  • Suzuki RC Bravo – 6300
  • Suzuki RGR 150 – 6300
  • Suzuki Satria 120R – 6300
  • Suzuki Satria F150 – 6301
  • Suzuki Satria FXR – 6301
  • Suzuki Satria R C/W – 6301
  • Suzuki Satria S120 – 6300
  • Suzuki Shogun 110 – 6300
  • Suzuki Shogun 125 – 6300
  • Suzuki Skywave – 6300
  • Suzuki Skydrive – 6300
  • Suzuki Smash – 6300
  • Suzuki Smash Titan – 6300
  • Suzuki Spin – 6300
  • Suzuki Thunder 125 – 6301
  • Suzuki Thunder 250 – 6302
  • Suzuki Tornado GS – 6300
  • Suzuki Tornado GX – 6300
  • Suzuki TS 125 – 6201

4. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Yamaha

Motor Yamaha juga punya variasi ukuran bearing roda depan yang perlu kamu perhatikan, antara lain:

  • Yamaha Alfa – 6300
  • Yamaha Byson – 6301
  • Yamaha Champ – 6300
  • Yamaha Crypton – 6300
  • Yamaha F1ZR – 6300
  • Yamaha Fino – 6300
  • Yamaha Force 1 – 6300
  • Yamaha Jupiter MX 135 LC – 6300
  • Yamaha Jupiter MX King – 6301
  • Yamaha Jupiter Z – 6300
  • Yamaha L2 Super – 6202
  • Yamaha LS – 6202
  • Yamaha Mio – 6300
  • Yamaha Mio GT – 6300
  • Yamaha Mio J – 6300
  • Yamaha Nouvo – 6300
  • Yamaha RXR – 6202
  • Yamaha RXS – 6202
  • Yamaha RX Spesial – 6202
  • Yamaha RXZ – 6202
  • Yamaha Scorpio – 6301
  • Yamaha Sigma – 6300
  • Yamaha Soul – 6300
  • Yamaha Touch – 6202
  • Yamaha Vega – 6300
  • Yamaha Vega Force – 6300
  • Yamaha Vega R – 6300
  • Yamaha V80 – 6300
  • Yamaha Vixion – 6201-2RS
  • Yamaha Xeon – 6300
  • Yamaha YT 115 – 6301Z

Kode dan Ukuran Bearing Roda Belakang Berbagai Merk Motor

Bearing roda belakang berfungsi untuk menjaga putaran roda tetap lancar tanpa gesekan berlebih.


1. Kode dan Ukuran Bearing Roda Belakang Motor Honda

Berikut ini kode dan ukuran bearing pada roda bagian belakang motor Honda semua tipe:

  • Honda Astrea Grand – 6301
  • Honda Astrea Prima – 6301
  • Honda Astrea Star – 6301
  • Honda Beat – 6301
  • Honda Blade – 6301
  • Honda C70 – 6301
  • Honda C700 – 6301
  • Honda C800 – 6301
  • Honda CB 100 – 6301
  • Honda CB 125 – 6301
  • Honda CB150R – 6302
  • Honda CBR 150R – 6302
  • Honda CBR 250R – 6203/6204
  • Honda GL 100 – 6301
  • Honda GL 125 – 6301
  • Honda GL Max – 6302
  • Honda GL Max NeoTech – 6302
  • Honda GL Pro – 6302
  • Honda GL Pro NeoTech – 6302
  • Honda Karisma – 6301
  • Honda Kirana – 6301
  • Honda Legenda – 6301
  • Honda Mega Pro – 6302
  • Honda NSR150 – 6302
  • Honda Revo – 6301
  • Honda Revo Absolute – 6301
  • Honda Scoopy – 6301
  • Honda S90 – 6301
  • Honda Sonic – 6301
  • Honda Supra Fit – 6301
  • Honda Supra X – 6301
  • Honda Supra X 125 – 6301
  • Honda Tiger 2000 – 6302
  • Honda Tiger C/W / Revo – 6302
  • Honda Vario – 6301
  • Honda Vario 125 – 6301
  • Honda Win – 6301

2. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Kawasaki

Untuk motor Kawasaki, berikut ini kode dan ukuran bearing roda belakang motor Kawasaki semua tipe:

  • Kawasaki Athlete – 6201-6301
  • Kawasaki Blitz – 6300
  • Kawasaki Blitz R – 6202-6302
  • Kawasaki D’Tracker – 6202-6302
  • Kawasaki Kaze – 6202-6302
  • Kawasaki Kaze R – 6202-6302
  • Kawasaki KLX – 6202-6302
  • Kawasaki Ninja 150R – 6202-6302
  • Kawasaki Ninja 150R C/W – 6202-6302
  • Kawasaki Ninja 150RR – 6202-6302
  • Kawasaki Ninja 250R – Ukuran bearing 6203
  • Kawasaki ZX130 – 6201-6301

3. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Suzuki

Jika Moladiners punya motor Suzuki, berikut ini kode dan ukuran bearing yang perlu kamu tahu:

  • Suzuki A100 – 6202
  • Suzuki Arashi – 6300
  • Suzuki Bravo – 6201
  • Suzuki Crystal – 6201
  • Suzuki FR 80 – 6201
  • Suzuki FXR – 6202-6302
  • Suzuki Hayate – 6300
  • Suzuki RC 100 – 6201
  • Suzuki RC 80 – 6201
  • Suzuki RGR 150 – 6202-6302
  • Suzuki Satria 120R – 6201-6300
  • Suzuki Satria 120S – 6201-6300
  • Suzuki Satria F150 – 6201
  • Suzuki Satria R CW – 6201-6300
  • Suzuki Shogun 110 – 6201-6300
  • Suzuki Shogun 125 – 6201-6300
  • Suzuki Smash – Ukuran bearing 6201
  • Suzuki Thunder 125 – 6301
  • Suzuki Thunder 250 – 6202-6302
  • Suzuki Titan – 6201
  • Suzuki Tornado GS – 6201-6300
  • Suzuki Tornado GX – 6201-6300
  • Suzuki TS125 – 6202

4. Kode dan Ukuran Bearing Roda Depan Motor Yamaha

Motor Yamaha memiliki kode dan ukuran bearing roda belakang sebagai berikut:

  • Yamaha Alfa – 6301
  • Yamaha Byson – Ukuran bearing 6202
  • Yamaha Champ – 6301
  • Yamaha Crypton – 6301
  • Yamaha F1ZR – 6301
  • Yamaha Force 1 – 6301
  • Yamaha Jupiter MX King – 6301
  • Yamaha Jupiter MX/ MX LC – 6301
  • Ukuran bearing roda depan Jupiter Z – 6301
  • Yamaha LS – 6202
  • Yamaha L2 Super – 6202
  • Yamaha R15 – 6202
  • Yamaha RX 100 – 6202
  • Yamaha RX 125 – 6202
  • Yamaha RX King – 6202
  • Yamaha RX Spesial – 6202
  • Yamaha RXK – 6202
  • Yamaha RXS – 6202
  • Yamaha RXZ – 6202
  • Yamaha RZR – 6202
  • Yamaha Scorpio – 6202
  • Yamaha Tiara – 6301
  • Yamaha Touch – 6202
  • Yamaha V80 – 6301
  • Yamaha Vega – Ukuran bearing 6301
  • Yamaha Vega R – 6301
  • Yamaha Vixion – 6202
  • Yamaha YT 115 – 6202

Perbedaan Kode Bearing: Z, ZZ, RS, dan 2RS

Selain angka utama seperti 6201, 6301, atau 6304, bearing juga sering memiliki tambahan kode huruf. Bagian ini penting karena menentukan sistem pelindung bearing terhadap debu, air, dan oli.

Berikut penjelasannya:

  • Z: bearing dengan pelindung logam di satu sisi
  • ZZ: bearing dengan pelindung logam di dua sisi
  • RS: bearing dengan seal karet di satu sisi
  • 2RS: bearing dengan seal karet di dua sisi

Dalam penggunaan motor harian, bearing 2RS sering dipilih karena lebih rapat menahan air dan debu, terutama untuk roda.


Tanda Bearing Motor Mulai Rusak

Agar tidak terlambat mengganti, berikut beberapa ciri bearing motor mulai aus:

  • roda terasa berat saat diputar
  • muncul suara dengung halus yang semakin keras
  • roda terasa goyang saat diangkat
  • muncul getaran aneh di stang
  • motor tidak stabil saat kecepatan tinggi
  • tarikan terasa lebih berat walau mesin sehat

Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera cek bearing roda atau bearing kruk as sesuai lokasi gejala.


Tips Memilih Bearing Motor yang Tepat

Agar tidak salah beli dan tidak merusak dudukan, berikut beberapa tips teknis yang penting:

1. Pastikan Kode Sama Persis

Kode bearing sebaiknya sama, terutama untuk bearing kruk as. Jika berbeda, toleransi bisa berubah dan mesin menjadi tidak presisi.

2. Pilih Bearing Sesuai Kebutuhan

Untuk roda, bearing dengan seal (2RS) lebih aman. Untuk bagian mesin tertentu, pelindung logam (ZZ) kadang lebih cocok.

3. Hindari Produk Abal-Abal

Bearing palsu sering terlihat mirip, tetapi cepat aus. Efeknya bisa fatal, mulai dari roda macet sampai kruk as rusak.

4. Perhatikan Kondisi Dudukan Bearing

Jika rumah bearing sudah oblak, bearing baru pun tidak akan awet. Solusinya bukan hanya ganti bearing, tetapi perbaiki dudukan.


Kesimpulan

Jangan lupa Moladiners, setiap kode memiliki arti tertentu yang berkaitan dengan ukuran diameter dalam, diameter luar, dan ketebalan bearing.

Simak terus Boimeningkat.com agar kamu tidak ketinggalan informasi penting seputar otomotif.


Tambahan Informasi Bermanfaat: Panduan Praktis Bearing Motor (Lebih Aman, Lebih Awet)

Di bagian lanjutan ini, fokusnya adalah praktik lapangan yang sering menjadi sumber masalah saat ganti laher: salah cara pasang, salah pelumas, dan salah identifikasi kerusakan. Informasi ini membantu kamu menghemat biaya dan menghindari kerusakan berulang.

Memahami Tiga Ukuran Bearing: ID, OD, dan Width

Walau kode seperti 6203 memberi petunjuk diameter dalam, kenyataannya ukuran bearing lengkap tetap bergantung pada tiga dimensi:

  • ID (inner diameter): diameter lubang dalam (poros/as masuk ke sini)
  • OD (outer diameter): diameter luar (masuk ke rumah bearing/hub)
  • Width: lebar/ketebalan bearing

Karena itu, saat membeli bearing, cara aman adalah memastikan salah satu dari ini:

  • kode sama persis, atau
  • ukuran ID/OD/Width cocok 100% bila kode tidak terbaca

Untuk pengguna harian, pendekatan kode sama persis adalah yang paling aman karena pabrikan sudah menghitung toleransi, material, dan kebutuhan beban.

Bearing Roda vs Bearing Mesin: Jangan Disamakan

Banyak orang mengira semua bearing sama, padahal kebutuhan beban dan lingkungannya berbeda.

Bearing roda:

  • sering terpapar air, debu, panas dari rem
  • lebih cocok menggunakan 2RS untuk perlindungan maksimal
  • membutuhkan pemasangan presisi agar tidak seret

Bearing kruk as/mesin:

  • bekerja pada rpm tinggi, temperatur tinggi
  • perlu bearing dengan kualitas material tinggi
  • beberapa aplikasi tertentu memakai pelindung logam atau spesifikasi OEM khusus

Karena itu, untuk roda, 2RS sering unggul. Untuk mesin, mengikuti standar OEM lebih aman.

Kapan Bearing 2RS Lebih Direkomendasikan?

Bearing 2RS memakai seal karet di dua sisi, artinya lebih rapat menahan:

  • air hujan
  • semprotan air dari jalan
  • debu halus
  • lumpur

Ini cocok untuk:

  • motor harian di kondisi jalan bervariasi
  • pengguna yang sering melintasi genangan
  • motor yang sering dicuci dengan semprotan

Namun ada catatan penting: seal karet menambah sedikit tahanan putar dibanding bearing terbuka. Untuk roda harian ini tidak masalah dan justru lebih awet.

Cara Cek Bearing Rusak Tanpa Bongkar Besar

Beberapa pemeriksaan sederhana bisa kamu lakukan:

  1. Tes putar roda saat motor di standar tengah
    Jika roda terasa seret, tidak halus, atau ada bunyi “nggrr”, bearing patut dicurigai.
  2. Tes goyang kanan-kiri
    Pegang roda dan goyangkan. Jika ada free play yang terasa jelas, bearing bisa aus atau rumah bearing sudah longgar.
  3. Dengarkan suara saat melaju pelan
    Bunyi mendengung yang naik-turun mengikuti kecepatan roda sering mengarah ke bearing roda.
  4. Periksa temperatur hub setelah jalan
    Hub yang terlalu panas (tanpa rem seret) bisa indikasi bearing seret.

Kesalahan Umum Saat Pasang Bearing (Ini yang Sering Bikin Cepat Rusak)

Berikut kesalahan paling sering dan dampaknya:

  • Memukul bearing langsung pada ring dalam saat memasang ke rumah bearing
    Dampak: jalur bola bisa rusak, bearing cepat berisik walau baru.
  • Memukul bearing langsung pada ring luar saat memasang ke poros/as
    Dampak: kerusakan internal karena gaya tekan salah arah.
  • Pemasangan miring
    Dampak: bearing “makan” dudukan, roda jadi seret dan cepat panas.
  • Tidak membersihkan rumah bearing
    Dampak: kotoran mengganggu duduk bearing, timbul oval/serong.

Prinsip sederhananya:

  • jika memasang bearing ke rumah/hub, tekanan harus ke ring luar
  • jika memasang bearing ke poros/as, tekanan harus ke ring dalam

Alat yang Disarankan untuk Pemasangan Bearing Roda

Agar hasil rapi dan umur bearing maksimal, gunakan:

  • bearing puller (untuk melepas)
  • socket besar yang ukurannya pas ring luar (untuk menekan masuk)
  • palu karet (bukan palu besi langsung)
  • heat gun atau air panas untuk memuai rumah bearing (opsional tapi efektif)
  • freezer untuk mendinginkan bearing sebelum pemasangan (opsional)

Metode pemanasan rumah bearing + pendinginan bearing sangat membantu pemasangan lebih halus tanpa banyak pukulan.

Perlukah Grease Tambahan?

Untuk bearing 2RS biasanya sudah berisi grease pabrikan. Menambah grease tidak selalu diperlukan, bahkan bisa kontraproduktif jika:

  • grease terlalu banyak membuat seal tertekan
  • grease tidak cocok dengan suhu/putaran
  • grease tercampur kotoran

Kalau kamu ingin menambah, pastikan:

  • menggunakan grease bearing berkualitas
  • menambah secukupnya, bukan berlebihan
  • tidak merusak seal saat membuka

Untuk pengguna harian, fokus terbaik biasanya pada produk bearing yang bagus dan pemasangan yang benar.

Cara Memilih Bearing yang Bagus (Tanpa Menyebut Merek)

Agar aman dari barang kualitas rendah:

  • pastikan tulisan kode tercetak rapi, tidak mudah terhapus
  • putar bearing dengan tangan: harus halus dan minim bunyi
  • seal (2RS) harus rapat dan simetris
  • kemasan jelas dan tidak “asal”
  • hindari harga terlalu jauh dari harga pasaran

Jika kamu sering berkendara jauh atau membawa beban berat, pilih bearing dengan kualitas lebih tinggi karena beban kerja juga meningkat.

Checklist Cepat Sebelum Beli Bearing Motor

Gunakan checklist ini agar tidak salah:

  • kode bearing lama terbaca jelas
  • jika tidak terbaca, ukur ID/OD/Width
  • tentukan kebutuhan: Z/ZZ/RS/2RS
  • cek kondisi rumah bearing (apakah oblak/oval)
  • pastikan pemasangan memakai metode yang benar

Dengan checklist ini, peluang salah beli dan pemasangan yang merusak bisa ditekan.

Penutup: Kenapa Artikel Bearing Ini Penting untuk Perawatan Motor

Bearing adalah komponen kecil, tetapi efeknya besar. Bearing yang tepat, berkualitas, dan terpasang benar akan membuat:

  • motor lebih halus
  • laju lebih stabil
  • ban lebih awet
  • risiko macet/seret berkurang
  • biaya perawatan jangka panjang lebih hemat

Simak terus Boimeningkat.com untuk panduan otomotif yang teknis, relevan, dan mudah dipraktikkan di lapangan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version